Wednesday, 15 April 2015

Gho.....st.

Perkara ini menyangkut kejadian tiga malam yang lalu saat kakak gue sedang asik skype-an. Dia skype-an sampe larut malam, kurang-lebih hingga jam tiga pagi. Saat itu kedua orangtua gue juga masih terjaga. Hanya saja posisi mereka yang berbeda dengan kakak gue. Kakak gue skype di lantai dua sementara orangtua gue di lantai satu.
Sebelum gue masuk ke klimaks dari perkara ini, gue ingin bercerita sedikit tentang rumah gue. Gue tinggal di sebuah rumah berlantai dua yang umurnya sudah bisa dibilang agak tua. Sebenarnya keluarga gue juga bukan penghuni pertama dari rumah ini. Kami merupakan pendatang. Bagian lantai bawah terbilang lebih luas daripada lantai atas. Di sana terdapat satu kamar mandi, ruang makan, dua kamar tidur dan sebuah ruang tamu yang berbentuk memanjang. Di ruang tamu inilah bagian atasnya dibiarkan meninggi, tidak sejajar dengan ruangan lainnya. Sementara dibagian atas dari tembok itu terpasang dua kaca besar untuk jalan masuk cahaya matahari.
Sementara lantai dua tidak begitu luas, karena lantai ini memiliki ruang terbuka. Di sana ada dua kamar tidur dengan labirin di tengahnya. Sementara di luar terdapat sebuah kamar mandi.
Awalnya, gue benar-benar tutup kuping kalau udah dengar tentang sejarah rumah ini yang begitu mistis. Katanya, ada sosok inilah, itulah. Gue bener-bener menutup diri gue tentang cerita-cerita itu, sekalipun yang mengalaminya adalah adek gue sendiri. Sampe tetangga gue juga ikut memperkuat cerita itu, tapi gue tetep gak peduli. Pikir gue, adek gue itukan pendusta, tukang ngarang. Sementara tetangga gue itu mungkin hanya ingin membuat cerita adek gue itu tambah gurih, tambah seru. Kan bisa aja.
Tapi... semenjak tiga hari yang lalu itu, gue benar-benar kayak orang gila yang kehilangan kendali. Ini semua karena mama gue langsung yang mengalami. Saat itu mama gue tiba-tiba bercerita. Matanya seolah memancarkan sinar keseriusan yang mendalam. Volume suaranya begitu terkontrol. Dia bilang, mama semalem liat... hantu bungkus! You know-lah, what i mean. Dan di situ gue tiba-tiba terbelalak. beliau melihat sosok itu di ruang tamu gue, tepatnya dari jendela yang berada di tembok atas. tapi saat itu tingkat kemerindingan gue gak seberapa, sebelum kakak gue akhirnya ikut terkejut saat mendengar cerita mama gue itu.
“Demi apa?!?!” Serunya. Ia pun mengatakan bahwa temannya yang sedang skype bersamanya juga melihat sebuah sosok! Makanya saat sedang asik-asik, tiba-tiba lawan skype-nya mematikan video call itu dan berkata bahwa ia melihat sesuatu. Namun saat itu kakak gue manganggap itu hanya bercanda. Tapi saat ini... kami semua hanya bisa saling diam dan menatap satu sama lain.

Gue yang ketumpangan cerita dari kedua belah pihak itu hanya bisa membisu. Mendadak darah gue menghangat dan denyut jantung gue terasa ke permukaan. Akibat punya daya khayal yang terlalu tinggi, kini pikiran gue kabur kemana-mana. Gue mendadak mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu ada. Atau ada, namun tak terlihat. Gue jadi parno sendirian. Jadi ngerasa ada yang mengawasi dimana-mana. Aduuuuuuhhh, kacau tingkat akut nih gue!

No comments:

Post a Comment