Perkara
ini menyangkut kejadian tiga malam yang lalu saat kakak gue sedang asik
skype-an. Dia skype-an sampe larut malam, kurang-lebih hingga jam tiga pagi. Saat
itu kedua orangtua gue juga masih terjaga. Hanya saja posisi mereka yang
berbeda dengan kakak gue. Kakak gue skype di lantai dua sementara orangtua gue
di lantai satu.
Sebelum
gue masuk ke klimaks dari perkara ini, gue ingin bercerita sedikit tentang
rumah gue. Gue tinggal di sebuah rumah berlantai dua yang umurnya sudah bisa
dibilang agak tua. Sebenarnya keluarga gue juga bukan penghuni pertama dari
rumah ini. Kami merupakan pendatang. Bagian lantai bawah terbilang lebih luas
daripada lantai atas. Di sana terdapat satu kamar mandi, ruang makan, dua kamar
tidur dan sebuah ruang tamu yang berbentuk memanjang. Di ruang tamu inilah
bagian atasnya dibiarkan meninggi, tidak sejajar dengan ruangan lainnya. Sementara
dibagian atas dari tembok itu terpasang dua kaca besar untuk jalan masuk cahaya
matahari.
Sementara
lantai dua tidak begitu luas, karena lantai ini memiliki ruang terbuka. Di sana
ada dua kamar tidur dengan labirin di tengahnya. Sementara di luar terdapat
sebuah kamar mandi.
Awalnya,
gue benar-benar tutup kuping kalau udah dengar tentang sejarah rumah ini yang
begitu mistis. Katanya, ada sosok inilah, itulah. Gue bener-bener menutup diri
gue tentang cerita-cerita itu, sekalipun yang mengalaminya adalah adek gue
sendiri. Sampe tetangga gue juga ikut memperkuat cerita itu, tapi gue tetep
gak peduli. Pikir gue, adek gue itukan pendusta, tukang ngarang. Sementara tetangga
gue itu mungkin hanya ingin membuat cerita adek gue itu tambah gurih, tambah
seru. Kan bisa aja.
Tapi...
semenjak tiga hari yang lalu itu, gue benar-benar kayak orang gila yang
kehilangan kendali. Ini semua karena mama gue langsung yang mengalami. Saat itu
mama gue tiba-tiba bercerita. Matanya seolah memancarkan sinar keseriusan yang
mendalam. Volume suaranya begitu terkontrol. Dia bilang, mama semalem liat...
hantu bungkus! You know-lah, what i mean. Dan di situ gue tiba-tiba terbelalak.
beliau melihat sosok itu di ruang tamu gue, tepatnya dari jendela yang berada
di tembok atas. tapi saat itu tingkat kemerindingan gue gak seberapa, sebelum
kakak gue akhirnya ikut terkejut saat mendengar cerita mama gue itu.
“Demi
apa?!?!” Serunya. Ia pun mengatakan bahwa temannya yang sedang skype bersamanya
juga melihat sebuah sosok! Makanya saat sedang asik-asik, tiba-tiba lawan
skype-nya mematikan video call itu dan berkata bahwa ia melihat sesuatu. Namun saat
itu kakak gue manganggap itu hanya bercanda. Tapi saat ini... kami semua hanya
bisa saling diam dan menatap satu sama lain.
Gue yang
ketumpangan cerita dari kedua belah pihak itu hanya bisa membisu. Mendadak darah
gue menghangat dan denyut jantung gue terasa ke permukaan. Akibat punya daya
khayal yang terlalu tinggi, kini pikiran gue kabur kemana-mana. Gue mendadak
mengkhawatirkan sesuatu yang belum tentu ada. Atau ada, namun tak terlihat. Gue
jadi parno sendirian. Jadi ngerasa ada yang mengawasi dimana-mana. Aduuuuuuhhh,
kacau tingkat akut nih gue!
No comments:
Post a Comment