Saturday, 23 May 2015

Ain't The Same.

Hal ini terjadi lagi, persis seperti saat pertama kali. Aku sempat membeku beberapa saat, kemudian batinku berkata, “apakah ini hanya dejavu?” Merasa sesuatu pernah terjadi di suatu masa padahal hal itu belum pernah terjadi sebelumnya. Tidak, aku yakin hal ini memang pernah terjadi. Ini bukan ilusi. Ini nyata.
Sebelum aku benar-benar kembali ke alam sadarku, otakku sempat dililiti tanda tanya. “Kenapa hal ini harus terulang lagi?” Lagi-lagi aku bicara pada diri sendiri. Warna pertanyaanku sedikit biru. Sedikit monokrom. Hampir tidak membahagiakan.
Dulu, mengulang hal ini memang sempat menjadi harapan terbesarku. Kala itu aku menganggap bahwa hal ini hanyalah mimpi jika bisa terulang lagi. Seperti berharap suatu saat aku bisa mengambil segenggam biru dari langit kemudian kusimpan dalam pelukkan terdalamku agar tidak hilang. Iya, sedalam itu harapanku terhadap hal ini. Namun, “Dulu” adalah tempo lalu. Waktu yang sudah lewat. Bukan sekarang.
Waktu memang bisa melakukan apa saja. Mengubah tanpa tangan, bertindak tanpa kaki. Ia tidak terlihat, namun bisa dirasakan. Ia tak mungkin berlalu tanpa meninggalkan jejak. Jejak yang ia tinggalkan memang istimewa, memancar secara radiasi; tidak memerlukan perantara. Maka satu-satunya yang bisa merasakan jejak dari waktu adalah dirimu sendiri, hatimu sendiri.
Lalu yang kini aku dapatkan dari jejak itu adalah pudar. Dulu hal ini begitu menggebu, namun kali ini sama sekali tak menggetarkan. Tak tahu apa makna dari semua ini, hanya aku benar-benar sudah berbeda. Aku bukan lagi manusia yang bisa merasa berdesir ketika dekat dengan dia. Bukan lagi makhluk yang tiba-tiba gila ketika melihat batang hidungnya. Bukan lagi orang yang menguras waktu hanya untuk memikirkan “dia sedang apa”.
Dan sekarang, hal ini benar-benar ada di depanku. Memamerkan sederet senyum manis yang menarik. Ya, menarik jika terjadi waktu dulu. Namun hari ini, hambar. Aku tidak lagi tertarik pada senyum itu. Bagiku, aku sudah benar-benar tutup buku dengannya. Dan sekarang, aku sedang mencari buku baru yang lebih membahagiakan. 

No comments:

Post a Comment