Langit
masih berwarna biru dan mentari masih terbit dari ufuk timur. Namun waktu yang
telah berbeda. Dan semua telah berbeda, berubah. Ya, walaupun perubahan adalah
suatu proses kehidupan, namun tak semua perubahan bisa mudah diterima. Apalagi perubahan
mengenai batin, pasti sangat sulit untuk bisa diterima begitu saja. Ditambah
hati ini yang masih ingin bersama hati yang lama…
Gak papa
kalau emang kita harus berpisah, tapi yang gak boleh adalah kalau kalian
berubah, memandang aku dan memperlakukan aku. Gak papa kalau kita jarang
ketemu, asalkan sekalinya bertemu kamu masih sama, tanpa harus canggung,
seperti biasa. Gak papa kalau kamu punya teman baru, asalkan kita tetap menjadi
kita.
Tapi
nyatanya, sulit untuk menjadi biasa ketika ada sesuatu yang memisahkan dua
insan atau lebih untuk tetap menjadi sama. Terlebih jika sesuatu itu mulai
mengisi ruang yang biasanya hanya untuk kita. Ya, aku tau itu sangat sulit. Tapi
tidakkah ada usaha untuk memperjuangkan semuanya agar tetap sama?
Sepertinya
tidak. Walaupun mulut membantah sampai berbusa, tapi kenyataan tak bisa
dipungkiri. Sesuatu yang nyata akan selalu tertangkap rasa.
Dari
sini, aku simpulkan bahwa segala sesuatu punya batas waktunya masing-masing. Mengapa
setiap pertemuan pasti ada perpisahan? Karena waktu mereka sudah habis. Mengapa
hidup akan selalu ada perubahan? Karena waktu terus berjalan, dan kamu gak
mungkin diam terus di sana. Setiap fase hidup punya waktunya masing-masing. Dan
semua itu akan ada akhirnya. Even when u wanna stay longer, but the time not
willing u to stay there much longer. Bc the time’s up.
No comments:
Post a Comment