Sudah lama sekali tidak membaca
dan tidak menulis. Tapi malam ini aku tamat membaca buku kumpulan puisi,
judulnya Selfie(sh). Dan malam ini juga aku membuka aplikasi di laptopku untuk
mempertemukan jari-jariku bersama huruf-huruf pada keyboard. Ada suatu ilham
yang membisik kepadaku untuk menuang sepatah-dua patah kata.
Hari ini hari Jumat. Tiba-tiba
ada kelas Ekonomi Kesehatan Lingkungan. Aku bangun kesiangan, tapi tidak
terlambat masuk kelas. Teman-temanku banyak yang tidak masuk. Adapun beberapa
yang masuk, tapi tidak begitu memperhatikan. Begitu juga aku, saat kelas tadi
aku tidak membawa laptopku jadi agak malas mencatat. Aku menyimak sesekali.
Yang aku ingat ada beberapa model perhitungan ekonomi yang tadi diajarkan; CMA,
CEA, CUA, dan CBA. Lalu, ibu dosen juga menjelaskan sedikit tentang GDP.
Setelah selesai kelas, aku
langsung pergi ke kantin karena kelaparan. Aku memesan makanan dan membayarnya
menggunakan Gopay agar mendapat cashback. Menunya cukup enak, yaitu katsu dan
beef. Aku menghabiskan makanan itu sampai habis tak bersisa walau sebutir nasi—asli,
kelaparan banget.
Kemudian aku pergi ke Rumah
Singgah. Saat aku sampai, adik-adik asuh sedang belajar dengan riang. Ajaibnya,
tidak ada keributan yang berarti di sekolah non-formal itu hari ini. Tiar, anak
laki-laki usia empat tahun langsung menghampiri aku begitu melihat
kedatanganku. Ia minta digendong tapi tidak aku indahkan karena dia harus
belajar. Selain itu, Sirah juga iseng sekali padaku sampai-sampai menutup
mataku dengan kedua tangannya. Tapi aku senang, senang sekali. Entah apa yang
membuat kegiatan belajar mengajar hari ini membuat stressku berkurang.
Setelah dari Rumah Singgah, aku
pulang ke kosan pakai kereta dan melanjutkan perjalanan menggunakan sepeda.
Begitu sampai kosan, aku langsung menyalakan laptop, memutar lagu, dan membuat
mie instan pakai telor dan kuah susu. Keluargaku tidak ada yang doyan mie kuah
susu kecuali aku. Selain itu aku juga membuat tehh hangat pakai susu. Ya, dua
menu pakai susu. Saat asik makan, tiba-tiba laptopku minta diupdate. Jadilah
lagunya berhenti diputar. Kemudian kamarku hening. Aku memandangi langit-langit
kamar. Aku ingat punya buku puisi yang belum dibaca. Kemudian aku baca. Aku
jadi sadar, kini otakku tak lagi pandai memahami puisi. Ah, mungkin aku harus
membaca buku jenis lain esok hari.