Ada yang setiap hari kuharapkan darinya,
yaitu semoga, sebenci apapun ia padaku hari ini, semarah apapun ia padaku hari ini, sejengkel apapun ia padaku hari ini, sesebal apapun ia padaku hari ini, semoga ia tetap sudi untuk merapikan rambutnya di depanku, kemudian meletakkan kacamatanya untuk sejenak mencari apa yang perlu ia cari pada kedua mataku, dan meletakkan telapak tangannya pada tanganku.
Pun ialah aku yang sebenci apapun kepadanya, semarah apapun kepadanya, sejengkel apapun aku kepadanya, sesebal apapun aku kepadanya, ialah yang paling berharap untuk menjadi manusia yang paling dicari olehnya, dimengerti olehnya, diajak bicara olehnya, dibantu olehnya untuk melepas segala yang membuat aku merasa kacau.
Ya, itu memang aku yang berharap.
Ialah aku yang setiap harinya berharap bahwa seburuk apapun hari yang kita lalui, kau tetap di sini, di dekatku.
No comments:
Post a Comment